artinya:
- musuh menyerang pikiran kita dengan memanfaatkan masalah atau kebutuhan yang mendesak
- musuh berusaha menyumbat aliran pewahyuan dan bimbingan Roh kudus dalam hidup kita.
- Musuh berusaha mengacaukan pikiran kita dengan memberi ketakutan, kebimbangan dan kegelisahan.
cara mengatasinya:
- berdoa
- cari konsep pikir yang salah yang berkaitan dengan masalah yang kita hadapi.
- cari tuhan sampai Ia berfirman berkenaan dengan masalah yang kita hadapi.
- pergunakan FT tersebut untuk mengubah konsep pikir yang salah itu.
3 Merasa garang
Hal ini terjadi pada saat kita berdoa, roh kita (bahasa roh kita) garang/seperti marah/nada suaranya seperti memerintah..namun ini terjadi secara natural.
artinya:
- roh kita mendeteksi kehadiran roh jahat didekat kita.
- roh kita mendeteksi peperangan rohani disekitar kita.
- roh kita mendeteksi adanya rancangan jahat yang dilakukan oleh musuh
- roh kita mendeteksi adanya rancangan musuh yang akan menyerang kita melalui orang-orang tertentu, situasi atau keadaan tertentu.
artinya:
a Kita menerima beban syafaat
b Kita sedang mendukakan Roh kudus
ciri-ciri syafaat
- Semakin kita berdoa dalam bahasa roh, semakin jelas kearah mana doa itu tertuju (biasanya kepada seseorang, kampus, negara,dll)
- Biasanya pada awal doa kita merasakan keputusasaan
- Semakin kita berdoa dalam bahasa roh, hati kita semakin dipenuhi belas kasihan lebih lagi
- Setelah beberapa saat berdoa, muncul pengharapan dan keyakinan kalau Tuhan sedang menjawab doa kita.
ciri-ciri mendukakan roh kudus
- semakin berdoa dalam bahasa roh, tindakan atau ucapan yang mendukakan Roh Kudus tergambar dalam pikiran atau imajinasi kita, kalau hal ini terjadi dalam diri kita, cepat responi dengan pertobata.
5 Dorongan untuk menyembah Dia
artinya:
artinya:
- Tuhan sedang menari kita untuk mendekat lebih lagi kepada-Nya
- Ia sedang menyatakan realita hadirat-Nya semakin nyata dalam hidup kita
jika hal ini, kenali posisi kehadirannya ditengah-tengah kita. Jika Ia hadir sebagai tuhan maka hendaklah kita responi sebagai hamba
jika Ia datang datang sebagai bapa maka hendaklah kita meresponi sebagai.
jika Ia datang sebagai sahabat maka hendaklah kita meresponi sebagai sahabat.
sumber : NLTC
jika Ia datang datang sebagai bapa maka hendaklah kita meresponi sebagai.
jika Ia datang sebagai sahabat maka hendaklah kita meresponi sebagai sahabat.
sumber : NLTC