Apa yang sedang terjadi dalam hidup kita sangat dipengaruhi oleh atmosfer dimana kita berada. hal itu disebabkan karena alam roh berpengaruh terhadap alam nyata. Jika atmosfer disekitar kita dikuasai roh pemberontakan, kelemahan, kemalasan maka di alam nyata kita akan berperilaku berontak, lemah, malas. Namun kita telah dipanggil Tuhan dan diberikan otoritas untuk mengendalikan atmosfer tersebut. Adapun cara untuk mengubah atmosfer di udara adalah dengan cara deklarasi atau nubuatan.
Berbicara tentang kuasa deklarasi atau kuasa nubuatan untuk mengubahkan atmosfir rohani yang ada, maka untuk kita dapat sungguh-sungguh memahami tentang kuasa dari sebuah deklarasi, kita harus terlebih dahulu mengetahui arti dari kuasa perkataan. Ketika kita menghadapi kuasa - dalam kehidupan kita sehari-hari, itulah saatnya kita mulai mempergunakan kuasa deklarasi firman, karena hanya dengan kuasa deklarasi/kuasa nubuatanlah kuasa - akan dapat dihentikan.
Apa yang sesungguhnya dimaksud dengan kuasa - ? Jika dalam hidup sehari-hari kita selalu mengalami peristiwa yang menyakitkan atau menyedihkan, itu berarti kita sedang berhadapan dengan kuasa -. Ketika tanpa alasan apapun kita sering merasa tertekan atau terintimidasi, itu juga berarti kuasa - sedang menyerang hidup kita. Fenomena alam yang membuat suatu kota atau bangsa menjadi kacau dan hancur berantakan juga merupakan pertanda bahwa kuasa - sedang memanifestasikan dirinya.
Matius 16:19
Yesus berkata, “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”
Ayat ini berbicara tentang kuasa deklarasi. Ketika kita mengetahui cara mempergunakan kuasa deklarasi firman, kita pasti akan selalu melihat terobosan demi terobosan terjadi.
Prinsip-prinsip tentang kuasa deklarasi:
1. Lidah atau perkataan yang kita ucapkan adalah sarana/alat/senjata untuk kita dapat mempengaruhi dunia roh.
Amsal 18:20-21
“Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya, ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya. Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.”
Amsal tidak berkata, “Perut orang dikenyangkan oleh hasil kerjanya”, karena berbicara tentang dikenyangkan oleh hasil kerja, itu berarti kita mengacu kepada level yang secara manusiawi harus kita hasilkan.
Ketika manusia pertama jatuh ke dalam dosa, Tuhan berkata, “Dengan susah payah engkau akan mencari rezekimu dan dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu...” Tetapi ketika Amsal berkata, “Engkau akan dikenyangkan oleh hasil mulutmu”, artinya ada suatu dimensi yang lain yang Tuhan ingin untuk kita nikmati,
Apabila kita dapat memahami bahwa ada dua dimensi dalam dunia ini: dimensi lahiriah dan dimensi rohani. Dimensi rohani merupakan sumber dari segala sesuatu yang sanggup untuk mempengaruhi dimensi yang lahiriah.
Alasan mengapa Adam dan Hawa harus bekerja keras untuk mendapatkan makanan mereka adalah karena secara rohani mereka telah terpisah dari Tuhan. Sebelum kejatuhan manusia, mereka bisa dengan begitu saja menikmati apa yang mereka butuhkan karena semua itu sudah Tuhan sediakan di taman Eden. Dari sini kita bisa menegaskan bahwa dunia rohani memiliki kuasa yang dapat mempengaruhi dunia lahiriah ini.
Jika semua yang ada di dalam alam roh sudah tertata sesuai dengan firman, secara otomatis, alam lahiriah yang ada juga akan tertata sesuai dengan firman. Penyebab mengapa seringkali kita menghadapi fakta yang berbeda dengan apa yang Tuhan firmankan adalah karena di dalam alam roh ada sesuatu yang belum pas/benar. Oleh sebab itu, Tuhan memberikan perkataan di mulut kita untuk kita pergunakan dalam mempengaruhi dan mengubahkan alam roh, sehingga ketika alam rohani mulai mengalami perubahan sesuai dengan firman-Nya, maka alam lahiriah pun secara otomatis akan ikut mengalami perubahan.
Jika kita terus mempergunakan mulut kita untuk memperkatakan firman-Nya dan mendeklarasikan apa yang kita percayai dari Tuhan, hidup kita pasti akan selalu mengalami peningkatan.
sumber : Steven Agustinus
Berbicara tentang kuasa deklarasi atau kuasa nubuatan untuk mengubahkan atmosfir rohani yang ada, maka untuk kita dapat sungguh-sungguh memahami tentang kuasa dari sebuah deklarasi, kita harus terlebih dahulu mengetahui arti dari kuasa perkataan. Ketika kita menghadapi kuasa - dalam kehidupan kita sehari-hari, itulah saatnya kita mulai mempergunakan kuasa deklarasi firman, karena hanya dengan kuasa deklarasi/kuasa nubuatanlah kuasa - akan dapat dihentikan.
Apa yang sesungguhnya dimaksud dengan kuasa - ? Jika dalam hidup sehari-hari kita selalu mengalami peristiwa yang menyakitkan atau menyedihkan, itu berarti kita sedang berhadapan dengan kuasa -. Ketika tanpa alasan apapun kita sering merasa tertekan atau terintimidasi, itu juga berarti kuasa - sedang menyerang hidup kita. Fenomena alam yang membuat suatu kota atau bangsa menjadi kacau dan hancur berantakan juga merupakan pertanda bahwa kuasa - sedang memanifestasikan dirinya.
Matius 16:19
Yesus berkata, “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”
Ayat ini berbicara tentang kuasa deklarasi. Ketika kita mengetahui cara mempergunakan kuasa deklarasi firman, kita pasti akan selalu melihat terobosan demi terobosan terjadi.
Prinsip-prinsip tentang kuasa deklarasi:
1. Lidah atau perkataan yang kita ucapkan adalah sarana/alat/senjata untuk kita dapat mempengaruhi dunia roh.
Amsal 18:20-21
“Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya, ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya. Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.”
Amsal tidak berkata, “Perut orang dikenyangkan oleh hasil kerjanya”, karena berbicara tentang dikenyangkan oleh hasil kerja, itu berarti kita mengacu kepada level yang secara manusiawi harus kita hasilkan.
Ketika manusia pertama jatuh ke dalam dosa, Tuhan berkata, “Dengan susah payah engkau akan mencari rezekimu dan dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu...” Tetapi ketika Amsal berkata, “Engkau akan dikenyangkan oleh hasil mulutmu”, artinya ada suatu dimensi yang lain yang Tuhan ingin untuk kita nikmati,
Apabila kita dapat memahami bahwa ada dua dimensi dalam dunia ini: dimensi lahiriah dan dimensi rohani. Dimensi rohani merupakan sumber dari segala sesuatu yang sanggup untuk mempengaruhi dimensi yang lahiriah.
Alasan mengapa Adam dan Hawa harus bekerja keras untuk mendapatkan makanan mereka adalah karena secara rohani mereka telah terpisah dari Tuhan. Sebelum kejatuhan manusia, mereka bisa dengan begitu saja menikmati apa yang mereka butuhkan karena semua itu sudah Tuhan sediakan di taman Eden. Dari sini kita bisa menegaskan bahwa dunia rohani memiliki kuasa yang dapat mempengaruhi dunia lahiriah ini.
Jika semua yang ada di dalam alam roh sudah tertata sesuai dengan firman, secara otomatis, alam lahiriah yang ada juga akan tertata sesuai dengan firman. Penyebab mengapa seringkali kita menghadapi fakta yang berbeda dengan apa yang Tuhan firmankan adalah karena di dalam alam roh ada sesuatu yang belum pas/benar. Oleh sebab itu, Tuhan memberikan perkataan di mulut kita untuk kita pergunakan dalam mempengaruhi dan mengubahkan alam roh, sehingga ketika alam rohani mulai mengalami perubahan sesuai dengan firman-Nya, maka alam lahiriah pun secara otomatis akan ikut mengalami perubahan.
Jika kita terus mempergunakan mulut kita untuk memperkatakan firman-Nya dan mendeklarasikan apa yang kita percayai dari Tuhan, hidup kita pasti akan selalu mengalami peningkatan.
sumber : Steven Agustinus